Saturday, July 21, 2012

LUDRUK

Ludruk adalah kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan dan lain sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.
Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa, menggunakan bahasa khas Surabaya, meski kadang-kadang ada bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang, Malang, Madura, Madiun dengan logat yang berbeda. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk, membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukang becak, peronda, sopir angkutan umum, etc).
Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerakan "Pak Sakera", seorang jagoan Madura.
Kartolo adalah seorang pelawak ludruk legendaris asal Surabaya, Jawa Timur. Ia sudah lebih dari 40 tahun hidup dalam dunia seni ludruk. Nama Kartolo dan suaranya yang khas, dengan banyolan yang lugu dan cerdas, dikenal hampir di seluruh Jawa Timur, bahkan hingga Jawa Tengah.
Ludruk berbeda dengan ketoprak dari Jawa Tengah. Cerita ketoprak sering diambil dari kisah zaman dulu (sejarah maupun dongeng), dan bersifat menyampaikan pesan tertentu. Sementara ludruk menceritakan cerita hidup sehari-hari (biasanya) kalangan wong cilik. (dari wikipedia)

ahhh... membaca artikel ludruk di atas jadi ingat masa kecil. Ketika itu saya masih duduk di bangku kelas III eSDe telah ditawari untuk melaksanakan ritual yang dilakukan oleh kaum lelaki sekali seumur hidupnya yaitu SUNAT atau KHITAN.

ANGKA ROMAWI

ANGKA ROMAWI merupakan salah satu karya budaya jaman kuno yang sampai saat ini masih tetap terpelihara. Para dokter menggunakan angka tersebut dan sering kali ditulis pada resep untuk mencantumkan jumlah obat yang diminta. Untuk menulis dan membaca angka romawi kita memiliki rumus:
  1. Angka yang sama ditulis dua atau tiga kali mempunyai nilai kelipatan tersebut (XX=20, XXX=30, CC=200, CCC=300 dst)
  2. Bila angka bilangan kecil diletakkan sebelum angka bilangan besar akan memberikan nilai kurang (negative). Misal angka 4 = IV, yaitu angka 1 diletakkan sebelum angka 5, jadi yang terbaca 4 adalah 5-1. (IV = 4, XC=90, CM=900 dst).
  3. Bila angka bilangan kecil diletakkan setelah angka bilangan besar, akan memberikan nilai tambah (positif). Misalnya : angka 6 = VI, yaitu angka 5 + 1. (VI=6, LXX=70, MCC=1200, dst).
Untuk menguasai sepenuhnya cara menulis angka dari yang terkecil hingga angka yang besar anda perlu menghafal bilangan/angka romawi yang berjumlah 7 (tujuh) buah I=1, V=5, X=10, L=50, C=100, D=500, M=1000. Dibawah ini sederetan bilangan sebagai dasar pengenal buat anda: